Minggu, 07 Juni 2009

Motor anti maling

Yang namanya maling ada saja akalnya dan makin menjadi-jadi. Meski sudah diberi kunci ganda, kalau kurang hati-hati motor tetap bisa raib. Berbagai cara yang praktis tapi cukup membuat puyeng pencoleng patut kita jalankan. Teknisnya sederhana, hanya butuh meluangkan waktu sebentar demi keselamatan motor kesayangan yang kita miliki yang biasa jadi urat nadi transportasi sehari-hari. Nih, simak!
1. Ganti Baut
Ada baiknya untuk mengganti beberapa baut di beberapa part yang selama ini merupakan incaran para si-tangan panjang (maling). Antara lain adalah Speedometer dan Master Rem (Disk Brake) Depan, atau banyak yang menyebutnya sebagai "Pala Babi". Apalagi proses bongkarnya hanya membutuhkan waktu ~ 5 - 10 menit, karena parts tersebut hanya menggunakan baut kunci biasa. Asal diketahui saja kedua spareparts itu cukup mahal harganya, antara Rp800 rebuan hingga Rp1,5 juta, tergantung tipe motornya. Nah, lumayan khan? Jadi langkah pengamanannya adalah dengan cara mengganti baut-bautnya, yang paling bagus. & aman adalah menggunakan baut bintang, harganya sekitar Rp15.000,00 per buah. Lumayan murah dibanding harus kehilangan spedometer khan?


2. Kantongi Tutup Busi
Saat memarkir motor di tempat umum yang rawan, buka tutup busi dan masukan dan simpan di tas atau saku celana, dijamin akan membuat pusing sang pencoleng karena motor tak bisa distart.

3. Pasang Saklar Rahasia
Pasang sakelar rahasia pemutus arus yang tersembunyi dari aki (baterai). Saat parkir putuskan aliran listrik melalui switch/sakelar rahasia sehingga meski kunci kontak bisa difungsikan dengan merusak dengan kunci T oleh sang pencuri misalnya tetap tak ada aliran listrik untuk menghidupkan mesin. Namun sebaiknya pakai cara ini bila garansi motor anda sudah habis, karena bisa berakibat hangusnya garansi kelistrikan selama 1 tahun.

4. Pasang Gembok
Grendel Stainless Cara ketiga tersebut saat ini memang sudah umum, dan banyak pencoleng juga sudah tau rahasianya. Yang lebih aman, memasang gembok grendel di cakram rem depan atau gir belakang (bila remnya tidak cakram). Pilih gembok yang tidak ada pake per, alias gembok stainless anti gerinda (merknya misalnya Abus atau Krisbow), harganya berkisar Rp20-30 ribu dan banyak dijual di toko perkakas atau toko bangunan. Menurut pengakuan “raja maling”, paling sulit kalau sudah pakai gembok stainless anti gerinda di motor. Paling-paling motor kalau malingnya nekat, diangkut ke atas bak mobil. Yaahh..kalo sudah begini sih emang nasib…
 
5. Parkir di Dekat Pos Penjagaan
Jika anda di mall atau parkiran umum, parkirlah dekat pos penjagaan parkir. Semakin dekat, semakin aman karena pencoleng juga mikir kalo deket pos. Semakin jauh parkirnya apalagi mojok-mojok, pencoleng makin leluasa ngerjain motor sobat. Jangan lupa, meski di parkir resmi (secure park), tetap kunci dan gembok motor sobat! Gak ada jaminan parkir resmi bebas pencoleng kan? Coba aja baca di karcisnya : “Kehilangan kendaraan bukan tanggung jawab pengelola parkir,”
 
5. Doa, jangan lupa
Ya, namanya juga usaha. Usaha manusia kan ada kelemahannya. Jadi, jangan lupa setelah gembak gembok sana sini pasang pengaman, pas ninggalin motor, berdoa agar motor kita dijagain sama yang Maha Menjaga, Allah SWT. Insya Allah, motor tetap utuh gak dicolek sama si tangan panjang. Amin. (jojo)
Sumber : Http://wahanaartha.com 

Makna dan arti kode oli

Kekentalan merupakan salah satu sifat karakteristik fisik oli mesin yang sangat penting. Dalam istilah oli mesin kekentalan biasa dikenal sebagai viskositas. 

Tingkat kekentalan suatu oli mesin mengacu pada lembaga SAE berdasarkan table SAE J 300 th 1999.

Ada sekitar 30 jenis kekentalan SAE yg dikenal selama ini, diantaranya seperti SAE SAE 40, SAE 10w (disebut oli single grade-angkanya satu)) SAE 20w50,SAE 15w50,SAE 10w40,SAE 15w40 disebut multigrade) dst.

Selama ini mungkin para biker hanya tahu kalau tingkat SAE itu Cuma membedakan encer dan kentalnya suatu oli mesin. Padahal makna SAE sesungguhnya lebih dari itu …. Makna yg mungkin tidak terfikirkan selama ini…Makna yg justru paling menentukan bagi nasib kondisi mesin motor Anda!!!

Pertanyaannya sekarang:
Apa makna sesungguhnya dari kode SAE tsb? 
Yg mana tingkat kekentalan oli mesin yg cocok utk motor? SAE20w50,10w40,15w40 atau 15w50?
Benarkah kalau “tarikan enteng”pake oli encer, menandakan oli yg dipake cocok utk motor Kita?

Sekarang mari kita coba bahas satu persatu tingkat kekentalan oli mesin yg ideal buat motor!!
Umumnya tingkat kekentalan utk motor, bila dilihat dari kondisi iklim di Indonesia , performa mesin dan hasil pengujian,idealnya dapat dibagi 4 jenis yaitu: SAE 20w50, 10w40, 15w40, atau 15w50.
Sekarang Kita lihat kelebihan dan kekurangan masing2 tk. SAE ini.

-SAE20w50
Makna sesungguhnya : oli mesin yg masih mampu dipakai sampai kondisi suhu dingin -10 sd -15 C (kode 20w) dan pd suhu 150 c dg tk.kekentalan tertentu .
Oli jenis ini relative kurang efisien dalm pemakain BBM , dan agak berat performanya, namun sangat baik dlm perlindungan /perawatan mesin, khususnya utk kondisi jalan di Jakarta yg sering macet, jarang brjalan jauh ,polusi dan beban berat. Pd kondisi ini dikenal dg istilah “boundary lubrication”, dimana pada kondisi tsb. lapisan oli sangat tipis diantara celah mesin yg cenderung berpotensi terjadinya kontak antara logam dg logam.
oli ini relatif cocok baik utk motor baru apalgi utk motor diatas 3-5th keatas .
Oli jenis ini relative paling kecil nilai viskositas indeksnya (VI), diantara 3 jenis oli lainnya (minimal utk.oli mineral/semi sintetis 120, utk. sintetis 145) .Artinya sedikit memakai viscosity Index improver (peningkat angka VI). Terlalu banyak aditif ini ga baik buat motr .
VI= ukuran kemampuan suatu oli mesin dalam menjaga kestabilan kekentalan oli mesin dalam rentang suhu dingan sampai tinggi. Semakin tinggi VI semakin baik kestabilan kekentalannya.Utk oli mobil, VI tinggi akan sangat baik dimesin. Utk motor bisa sebaliknya.

-SAE15w50
Makna sesungguhnya : oli mesin yg masih mampu dipakai sampai kondisi suhu dingin (minus) -15 sd -20 C (kode 15w) dan suhu 150 c dg tk.kekentalan tertentu .
Jenis oli relative sama dg SAE20w50.Sedikit yg membedakan adalah sedikit lebih encer dan nilai VI lebih tinggi dari 20w50. (minimal utk.oli mineral 130, utk. sintetis 150) Semakin tinggi nilai VI artinya adlah semakin banyak pemakaian aditif peningkat angka VI. Aditif ini relative sensitif digunakan utk motor yg menyatukan oli mesin dan gigi (wet clutch).Artinya oli jenis ini relative lebih mudah berubah kekentalannya dibandingkan 20w50.

-SAE10w40
Makna sesungguhnya : oli mesin yg masih mampu dipakai sampai kondisi suhu dingin -20 sd -25 C (kode 10w) dan suhu 150 C dg tk.kekentalan tertentu .
Jenis Oli yg relative paling encer diantaranya ke 3 jenis oli lainnya. Oli ini relative paling irit BBM, namun kurang baik dalam perlindungan mesin .Terutama pada kondisi jalan sering macet dan beban berat.(mis.sering dipake boncengan).
Relatif sama dg SAE 15w50 , dalam hal pemakaian aditif peningkat angka VI. (minimal utk.oli mineral 130, utk. sintetis 150) Apakah berarti paling bagus?Belum tentu …!Semakin banyak kandungan aditif peningkat angka VI , semakin besar kemungkinan peluang pecahnya aditif VI-nya dan berubah kekentalannya. 
aditif peningkat angka VI terbuat dr seny.kimia kopolimer. yg baik beradaptasi pada suhu dingin dan tinggi. TTpi sensitif thd tekanan stress di gigi. 
Ukuran perubahan kekentalan oli biasanya dipakai batasan sampai 25-30% dari kekentalan awal /oli baru. Agak sulit memang indikatornya soalnya Cuma lab.yg bisa memastikan hal ini. 
Kalaupun Anda ingin tetap memakai oli jenis ini, saran saya , perhatikan jarak pergantian olinya lebih awal. Kalau Anda merasa suara mesin sdh agak berbeda sedikit aja..cepet2 ganti dah.. 

-SAE15w40
Makna sesungguhnya : oli mesin yg masih mampu dipakai sampai kondisi suhu dingin -15 sd -20 C (kode 15w) dan suhu 150 C dg tk.kekentalan tertentu .
Nilai VI ,minimal utk.oli mineral 125, utk. sintetis 145.
Hasil pengujian di motor sebenarnya menunjukkan oli jenis ini yg paling pas. Oli jenis ini relative paling stabil kekentalannya dibandingkan yg lainnya. Masalhnya oli jens ini jarang diaplikasikan utk motor. Biasanya jenis SAE ini, dipakai utk kendaraan jenis mesin disel, yg membutuhkan kestabilan kekekntalan dalam jarak jauh dan kondisi ekstrim pada mesin disel.

Selain hal diatas, hal yg terkait dg perlindungan mesin motor adalah factor tingkat kode API dan kode JASO MA.

Jenis SAE lainnya sah2 saja dipake sejauh Anda tahu dan paham menyiasati oli tsb. Namun utk kondisi di Indonesia dan performa motor “wet clutch” , tingkat SAE diatas ga ada salahnya-alias “kudu”- jadi prioritas pilihan Anda. Namun tentu semuanya kembali kepada Anda semuanya…mana menurut Anda yg paling cuocook utk tunggangan Anda….
Tetapi kunci dari semua ini adalah proporsioanal ...dalam menyiasati oli mesin.


Sumber : http://Honda-tiger.or.id, tulisan saudara fuad